Senin, 24 Juli 2017

Mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) atau yang biasa yang kita dengar dengan istilah Surat Kelakuan Baik merupakan surat keterangan yang diterbitkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) yang berisikan catatan kejahatan seseorang. SKCK ini juga dikenal dengan nama Lain Surat Keterangan Kelakuan Baik (SKKB).

Bagaimana cara mengurus SKCK?

Sebelum mengurus SKCK kita harus tahu terlebih dahulu dan punya tujuan untuk apa SKCK terebut akan digunakan. Karena ada SKCK yag dikeluarkan oleh POLDA dan ada juga yang dikeluarkan oleh POLRI. Biasanya, SKCK ini dibutuhkan pada saat akan malanjutkan pendidikan, untuk melamar pekerjaan, persyaratan CPNS, dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat pada gambar berikut ini:


Pada saat awal saya mengurus SKCK ini sekitar tahun 2010, persyaratan yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

  •  PERSYARATAN PENERBITAN (BARU) SKCK
1. Pemohon datang sendiri, tidak boleh diwakilkan
2. Dengan membawa persyaratan antara lain :
    a. Pengantar RT, RW, dan Kelurahan yang disyahkan oleh Kecamatan
    b. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga yang masih berlaku
    c. Foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 6 lembar
    d. mengisi blanko daftar pertanyaan (yang sudah disiapkan oleh petugas)

  • PERSYARATAN PERPANJANGAN SKCK
1. SKCK asli yang berlaku sejak penerbitan masa berlaku
2. Fotocopy KTP dan Kartu Keluarga yang masih berlaku
3. Foto berwarna ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar bagi yang sudah mempunyai sidik jari, yang belum memiliki sidik jari foto sebanyak 6 lembar
4. Apabila SKCK yang masa berlakunya sudah habis, harus dilengkapi dengan Pengantar RT, RW, yang disyahkan oleh Kelurahan

Namun, saat ini tampaknya sudah ada sedikit perubahan yang terjadi dan persyaratannya menjadi lebih sederhana seperti berikut ini :

 
Dok. Juli 2017
    
Dok. Juli 2017

Untuk informasi tambahan, kalau mau mengurus SKCK ini sebaiknya datang lebih awal ya, apalagi baru pertama kali membuat SKCK ini, karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui, misalnya antri untuk dapat Blanko yang harus diisi, antri juga untuk sidik jari, setelah itu juga masih butuh waktu untuk menunggu sampai SKCK-nya selesai dibuat. Biar tidak terlalu buang waktu, mendingan datang dari pagi kan, daripada besok disuruh datang lagi cuma buat ambil SKCK yang sudah jadi, kan lumayan waktu, tenaga bolak-balik, dan juga ongkos, heheheh ^_^"

Untuk memperpanjang SKCK, persyaratannya kurang lebih sama, yang berbeda hanya pada foto yang dibutuhkan adalah sebanyak 4 lembar untuk memperpanjangnya. Yang perlu diingat adalah seluruh persyaratan harus lengkap, karena kalau kurang satu saja, maka tidak akan dilayani baik untuk penerbitan baru ataupun perpanjangan SKCK. Meskipun untuk perpanjangan tidak serumit saat pembuatan baru, ada baiknya juga kita datang dari pagi, yang dikhawatirkan adalah jika banyak masyarakat yang mengurus SKCK, maka antrian juga semakin padat.

Oh iya, dalam mengurus pembuatan SKCK ini juga dibutuhkan biaya. Jika sebelumnya biaya yang dibutuhkan hanya Rp 10.000,-, sekarang biayanya menjadi Rp 30.000,-.
Berikut pemberitahuan mengenai biaya untuk Penerbitan SKCK :

Dok. Juli 2017

Berhubung beberapa hari sebelumnya saya juga mengurus perpanjangan SKCK saya, berikut adalah suasana pengurusan SKCK di Polres Jakarta Selatan :

               

 

Waktu Operasional:
Senin - Jumat : 08.00 - 14.30

Waktu Istirahat :
Senin - Kamis : 12.00 - 13.00
Jumat            : 11.30 - 13.00

Demikian saya sampaikan sedikit pengalaman dalam mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Semoga bermanfaat dan dapat membantu bagi yang membutuhkan informasi mengenai SKCK ini ya..

Have a great day!
Sampai ketemu di cerita selanjutnya..

Senin, 10 Juli 2017

Di kala Mendung


Di Kala mendung..

Aku berlari di bawah rintik tangis sang awan kelabu
Aku mencari cahayamu yang tersembunyi dibalik kabut tebal nan pekat
Menyusuri pepohonan menjulang tanpa ragu
Akankah intuisi ini semakin lekat?

Setitik sinar kembali nampak saat itu
Bisakah engkau memberi celah sedikit saja untuk lebih dekat?
Karena untuk menggapaimu aku harus berpacu dengan waktu
Maka pecahkan dingin ini dengan sinarmu meski tanpa isyarat

Minggu, 25 Juni 2017

Happy Eid Mubarak

Hi Pembaca! Apa kabar?
Hari ini hari Minggu, 25 Juni 2017. Seluruh umat muslim di penjuru bumi ini sedang merayakan hari Lebaran. Oleh karena itu saya ingin mengucapkan :

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1438 H
Minal ‘Aidin Wal Faidzin
Mohon maaf lahir dan batin atas segala salah dan khilaf
Happy holiday juga ya… ^_^

Tidak terasa bulan Ramadhan telah berlalu, semoga kita  dapat bertemu di bulan Ramadhan tahun berikutnya ya.. Aamiin.

Bicara tentang Lebaran, pembaca pasti tahu tradisi di hari Lebaran ini. Selain Sholat Ied di pagi hari, dilanjutkan dengan silaturahmi ke tetangga dan saudara-saudara, ada juga yang mudik ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga besar, bagi-bagi amplop (hehehe), dan banyak kegiatan lainnya.

Nah, sebelum menjelang hari lebaran,  banyak ibu-ibu yang pada repot nih untuk mempersiapkan makanan-makanan dan kue-kue spesial untuk menyambut datangnya hari Lebaran. Kira-kira apa saja sih kue-kue dan makanan-makanan tersebut? Berhubung saya juga turut serta dalam kegiatan siap-menyiapkan menu makanan dan kue ini, saya akan share di sini, namun hanya menu makanan saja. Dan menu makanan apa saja yang ada di rumah saya, check it out!



Menu Makanan :

1. Dendeng Ragi, terbuat dari kelapa parut tanpa kulit di campur daging sapi, di goreng  sampai warnanya kecoklatan. Ini bisanya menjadi pendamping Lalampa atau Lepet.

2. Burasa. Mungkin sebagian orang masih bingung sama yang satu ini. Saya lahir dan besar di Sulawesi bagian tengah dan  makanan ini sangat popular di sana. Tidak hanya itu makanan ini juga terkenal di Sulawesi Selatan. Terbuat dari beras yang direndam cukup lama , kemudian di masak sampai setengah matang, kemudian dicampur santan dan garam secukupnya, lalu setelah dingin  dibungkus daun pisang, diikat menggunakan tali raffia, dan direbus kembali sampai matang (membutuhkan waktu sekitar 6 jam). Angkat dan tiriskan dengan cara digantung dan diangin-anginkan (tidak pelu pakai kipas angina ya, nanti juga dingin sendiri).

3. Sambal goreng ati. Ini salah satu makanan favorit saya. Mau hari raya atau hari biasa, makan ini tetap jadi favorit. Terkadang Sambal goring ati ini juga dibuat degan dicampurkan Pete, tapi kadang ada juga orang yang tidak mencampurkannya karena tidak begitu suka dengan aroma khas yang dihasilkan Pete.

4. Ketupat. Semua orang pasti sudah tahu tentang makanan identic khas Lebaran ini. Karena Ketupat selalu menjadi icon di hari Raya seperti Lebaran ini. Terbuat dari beras yang direndam lumayan lama, dan di masak dengan cara yang sama dengan Burasa (hanya cara rebus-nya saja ya, karena ketupat pure beras saja, tanpa ada campuran santan, garam, dll). Ketupat ini juga bisa direbus bersamaan dengan Burasa dengan waktu perebusan yang sama sekitar 6 jam.

5. Opor Ayam. Ini juga salah satu makanan yang selalu ada di hari Lebaran.

6. Saya kurang begitu tahu nama sayur ini. Tapi sayur ini biasa ditemui saat kita makan Lontong Sayur. (Ini sih dibeli karena ibu saya pengen tahu gimana rasanya sayur ini). Dan ternyata enak loh!

7. Semur daging. Sebenarnya menu ini jarang ada, tetapi karena ibu saya pengen makan semur dan biar semua menunya gak sama warnya, jadilah dibuat Semur daging sapi yang satu ini.

8. Lepet/Lalampa. Kenapa saya menuliskan dua kata untuk makanan ini? Seperti saya sebutkan sebelumnya saya pernah menetap di Sulawesi. Di tempat saya dibesarkan inilah makanan yang satu ini disebut Lalampa. Tetapi jika kita ke daerah Jawa, makanan ini disebut Lepet. Terbuat dari Beras ketan yang direndam cukup lama. Cara memasaknya kurang lebih hampir sama dengan cara membuat Burasa. Lepet/Lalampa  ini juga bisa direbus dalam satu wadah besar bersama dengan Ketupat dan Burasa.

Dari menu makanan special Hari Raya yang telah saya sebutkan tadi, tidak semua yang dipersiapkan oleh saya dan Ibu saya. Yang kami buat sendiri adalah Ketupat, Burasa, Lepet/Lalampa, Dendeng Ragi, dan Semur Daging.
Untuk kue-kuenya kami membuat Nastar, Kue Keju, Kue Coklat Renyah, Kue Buah, dan kami membeli Kue Sagu Susu sebagai pelengkap. Selain itu ada juga Kerupuk Jintan, dan cemilan lain sebagai pengganti kalau bosan makan kue-kue lebaran.

So, para pembaca..
Apa menu  kue-kue special kalian untuk Hari Raya Idul Fitri?
Dan apa menu makanan favorit kalian di hari Lebaran ini?
Selamat menikmati ya..
Semoga harimu menyenangkan ^_^